juventus-mengamuk-dan-berhasil-kalahkan-cremonese

Juventus Mengamuk dan Berhasil Kalahkan Cremonese

Juventus Mengamuk dan Berhasil Kalahkan Cremonese. Juventus tampil ganas dan meyakinkan saat mengalahkan Cremonese dengan skor telak 4-0 dalam laga putaran ketiga Coppa Italia yang berlangsung di Allianz Stadium pada Rabu malam, 12 Januari 2026, sebuah pertandingan yang menunjukkan dominasi total dari tim asuhan Thiago Motta yang berhasil membongkar pertahanan tim Serie B tersebut melalui serangan balik cepat serta penyelesaian akhir yang tajam, di mana Dusan Vlahovic membuka pesta gol di menit ke-15 dengan sundulan memanfaatkan umpan silang, sebelum Kenan Yildiz menggandakan keunggulan di menit 28 lewat tendangan jarak dekat setelah merebut bola dari bek lawan, dan meski Cremonese sempat memberikan perlawanan di babak pertama dengan beberapa peluang lewat serangan balik, Juventus mengamuk di paruh kedua dengan dua gol lagi dari Francisco Conceicao di menit 62 serta Vlahovic lagi di menit 78 untuk menyegel kemenangan tanpa cela yang membawa mereka lolos ke babak selanjutnya sambil mengirim pesan kuat bahwa mereka siap bersaing di semua kompetisi musim ini. INFO GAME

Babak Pertama yang Menunjukkan Dominasi Awal: Juventus Mengamuk dan Berhasil Kalahkan Cremonese

Di babak pertama Juventus langsung mengambil inisiatif dengan pressing tinggi yang membuat Cremonese kesulitan membangun serangan dari belakang sehingga bola sering hilang di area tengah dan menjadi peluang bagi tuan rumah, Vlahovic menjadi aktor utama ketika ia menyundul bola dengan sempurna dari umpan silang Manuel Locatelli yang naik membantu serangan untuk membuat skor 1-0 di menit 15, sebuah gol yang langsung mematahkan semangat tamu yang sudah tampil bertahan sejak awal, kemudian Yildiz menambah keunggulan dengan gerakan lincahnya di kotak penalti setelah memanfaatkan kesalahan passing dari gelandang Cremonese sehingga tendangannya tidak bisa dihalau kiper, dan meski Cremonese mencoba membalas melalui tembakan jarak jauh yang melebar serta klaim penalti yang ditolak wasit karena tidak ada pelanggaran berarti, Juventus tetap mengendalikan permainan dengan penguasaan bola mencapai 65 persen serta beberapa peluang lain yang sia-sia karena penyelesaian kurang akurat dari winger seperti Conceicao, sehingga interval turun minum tiba dengan keunggulan 2-0 yang sudah terasa nyaman tapi belum sepenuhnya aman mengingat potensi kejutan dari tim underdog.

Performa Pemain Kunci di Babak Kedua: Juventus Mengamuk dan Berhasil Kalahkan Cremonese

Babak kedua menjadi panggung Juventus untuk benar-benar mengamuk ketika Motta memasukkan beberapa pemain segar dari bangku cadangan untuk menjaga intensitas, Conceicao yang masuk di menit 55 langsung memberikan dampak dengan kecepatannya di sayap kanan dan berhasil mencetak gol ketiga di menit 62 setelah melewati dua bek sebelum menaklukkan kiper dengan tembakan rendah akurat, sebuah momen yang mematahkan harapan Cremonese untuk comeback, kemudian Vlahovic menyempurnakan hat-trick pribadinya meski hanya dua gol malam itu dengan penyelesaian klinis dari umpan terobosan Teun Koopmeiners di menit 78 yang membuat skor menjadi 4-0 dan praktis mengakhiri laga, di mana kiper Cremonese harus bekerja keras menyelamatkan beberapa tembakan lain termasuk dari Yildiz serta Locatelli tapi tidak bisa mencegah banjir gol, sementara lini belakang Juventus yang dikawal duo Gleison Bremer dan Federico Gatti tampil solid tanpa kebobolan satu pun tembakan tepat sasaran dari lawan sehingga performa kolektif ini menunjukkan kematangan tim dalam memanfaatkan kelemahan lawan yang lebih rendah kelasnya.

Analisis Taktik dan Dampak Kemenangan

Secara taktik Motta menerapkan formasi 4-2-3-1 yang fleksibel dengan penekanan pada lebar lapangan melalui wingback seperti Andrea Cambiaso yang aktif naik turun serta gelandang tengah yang pintar dalam distribusi bola sehingga Cremonese kewalahan menghadapi ritme cepat dan perubahan posisi pemain depan, sebuah strategi yang terbukti efektif karena tim tamu hanya mampu mencatatkan dua percobaan tembakan sepanjang laga tanpa ancaman nyata bagi gawang Michele Di Gregorio, dan kemenangan ini tidak hanya membawa Juventus ke babak 16 besar Coppa Italia di mana mereka akan bertemu tim kuat lain tapi juga meningkatkan moral skuad setelah hasil kurang memuaskan di liga domestik baru-baru ini, terutama bagi Vlahovic yang kembali tajam setelah masa paceklik gol serta Yildiz yang terus membuktikan nilai sebagai talenta muda berpotensi, sehingga hasil 4-0 ini menjadi pernyataan bahwa Juventus tetap kandidat serius untuk trofi meski persaingan semakin ketat di Serie A serta kompetisi Eropa.

Kesimpulan

Juventus benar-benar mengamuk dan menghancurkan Cremonese 4-0 dalam laga Coppa Italia yang seharusnya menjadi formalitas tapi berakhir sebagai demonstrasi kekuatan penuh dari tim Motta berkat gol-gol dari Vlahovic, Yildiz, serta Conceicao yang menunjukkan kedalaman serta ketajaman skuad, sebuah kemenangan telak yang membersihkan keraguan atas performa mereka belakangan ini serta membuka jalan mulus ke tahap berikutnya sambil memberikan pengalaman berharga bagi pemain muda, dan dengan momentum seperti ini Juventus diyakini bisa melanjutkan tren positif di sisa musim untuk mengejar gelar serta membuktikan bahwa mereka adalah kekuatan dominan di sepak bola Italia.

BACA SELENGKAPNYA DI…