Deadline Day: McNeil ke Palace? Bid Everton Ditolak
Deadline Day: McNeil ke Palace? Bid Everton Ditolak. Transfer deadline day Premier League pada 2 Februari 2026 berakhir dengan drama besar bagi Dwight McNeil. Winger Everton berusia 26 tahun hampir bergabung dengan Crystal Palace dalam kesepakatan senilai sekitar £20 juta, tapi deal itu runtuh di menit-menit akhir. McNeil sudah menjalani medical dan kesepakatan awal tercapai, termasuk loan dengan obligation to buy permanen musim panas ini. Namun, Crystal Palace menarik diri setelah gagal menyelesaikan paperwork tepat waktu, meski deal sheet sudah disubmit sebelum deadline pukul 19:00 GMT. McNeil tetap di Everton, sementara pacarnya Megan Sharpley mengkritik keras Palace karena “mengolok-olok” dan meninggalkan McNeil tanpa penjelasan, menyebabkan dia “heartbroken” dan menangis. Drama ini jadi sorotan utama di akhir jendela transfer Januari 2026. REVIEW FILM
Latar Belakang dan Jalannya Negosiasi: Deadline Day: McNeil ke Palace? Bid Everton Ditolak
Minat Palace terhadap McNeil muncul mendadak pada hari deadline. Awalnya, mereka bid sekitar £10-15 juta, tapi Everton tolak dan minta mendekati £20 juta. Negosiasi berlanjut cepat: struktur berubah jadi loan musim ini dengan obligation to buy £20 juta musim panas. McNeil setuju, menandatangani kontrak empat setengah tahun, dan menjalani medical di Selhurst Park. Deal sheet disubmit sebelum deadline, memberi waktu tambahan hingga pukul 21:00 untuk finalisasi. Semua pihak—Everton, McNeil, dan agen—siap, tapi Palace tiba-tiba diam. Everton selesaikan bagian mereka, tapi tak ada komunikasi lanjutan dari Palace. Akhirnya, deal gagal karena paperwork tak rampung, dan McNeil tak pindah. Ini jadi pukulan bagi McNeil, yang di Everton kurang mendapat menit bermain reguler musim ini, dan Palace yang butuh penguatan sayap setelah performa kurang memuaskan.
Reaksi dari Pacar McNeil dan Dampak Emosional: Deadline Day: McNeil ke Palace? Bid Everton Ditolak
Megan Sharpley, pacar McNeil, langsung curhat di media sosial setelah deadline tutup. Ia sebut McNeil “toyed with until the final minute” dan “cruelly torn away” tanpa penjelasan. “You don’t see the tears,” tulisnya, menyoroti sisi gelap sepak bola yang sering tak terlihat. Sharpley kritik dunia bola sebagai “cruel” dan tuding Palace “messing with his mental health” karena tarik ulur emosional. McNeil sendiri digambarkan “distressed” dan “heartbroken,” terutama setelah harapan pindah ke tim yang lebih kompetitif runtuh. Everton, yang baru saja pinjam Tyrique George dari Chelsea sebagai pengganti potensial, tak kehilangan McNeil tapi situasi ini tinggalkan rasa pahit. Palace, yang gagal jual Jean-Philippe Mateta ke Milan karena medical gagal, tampaknya ubah rencana finansial dan tarik tawaran—meski alasan resmi tak jelas.
Implikasi bagi Everton, Palace, dan McNeil
Bagi Everton, McNeil tetap di skuad meski posisinya mungkin makin terpinggirkan setelah kedatangan George. Ini tutup jendela transfer Januari mereka tanpa out besar, meski sempat harap dana £20 juta. Palace kehilangan kesempatan tambah opsi sayap, setelah belanja besar lain seperti Jorgen Strand Larsen dan Brennan Johnson. Fans Palace kecewa karena deal keenam di jendela ini gagal, tambah tekanan pada manajemen. McNeil, yang kontraknya tinggal setahun lagi, kini hadapi masa depan tak pasti—bisa stay dan rebut tempat atau cari pindah musim panas. Drama ini ingatkan betapa rapuhnya proses transfer deadline day, di mana paperwork dan komunikasi jadi penentu. Banyak pihak nilai ini tunjukkan sisi kejam sepak bola, di mana pemain seperti McNeil jadi korban tarik ulur klub.
Kesimpulan
Deadline day 2 Februari 2026 berakhir pahit bagi Dwight McNeil setelah bid Crystal Palace untuknya runtuh di detik-detik akhir. Dari medical selesai hingga deal sheet disubmit, semuanya tampak lancar—tapi Palace gagal rampungkan paperwork, tinggalkan McNeil tanpa penjelasan. Kritik tajam dari pacarnya Megan Sharpley soroti dampak emosional besar, sebut proses ini “cruel” dan “toyed with” mental health pemain. Everton pertahankan winger mereka, Palace lewat kesempatan, dan McNeil hadapi ketidakpastian. Drama ini jadi pengingat bahwa di balik gemerlap transfer, ada sisi manusiawi yang sering terlupakan. Musim ini berlanjut bagi McNeil di Goodison Park, tapi cerita ini pasti tak mudah dilupakannya.