Persija Gagal Dekati Puncak Usai Kalah dari Arema
Persija Gagal Dekati Puncak Usai Kalah dari Arema. Persija Jakarta gagal memanfaatkan peluang untuk mendekati puncak klasemen BRI Liga 1 2025/2026 setelah menelan kekalahan 0-2 dari Arema FC pada pekan ke-21, Sabtu malam 7 Februari 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Dua gol Arema yang tercipta di babak kedua membuat Macan Kemayoran kehilangan poin penuh di kandang sendiri untuk kedua kalinya secara beruntun. Kekalahan ini membuat Persija tertahan di peringkat 7 dengan 32 poin dari 21 pertandingan, sementara Arema naik ke posisi 9 dengan 29 poin dan semakin menjauh dari zona degradasi. BERITA TERKINI
Jalannya Pertandingan dan Gol Penentu: Persija Gagal Dekati Puncak Usai Kalah dari Arema
Babak pertama berjalan cukup ketat dengan kedua tim saling jaga. Persija mendominasi penguasaan bola (53%) dan menciptakan beberapa peluang lewat tendangan bebas serta serangan sayap, namun penyelesaian akhir kurang tajam. Arema tampil disiplin di belakang dan mengandalkan serangan balik cepat melalui kecepatan Gabriel Silva dan Dedik Setiawan. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum meski Persija sempat mengancam melalui sundulan dan tembakan jarak jauh.
Memasuki babak kedua, Arema mulai menemukan celah. Pada menit ke-57, Gabriel Silva membuka keunggulan lewat tendangan keras dari luar kotak penalti setelah menerima umpan terobosan dari lini tengah. Gol kedua lahir pada menit ke-74 ketika Gabriel Silva kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui sundulan menyambut umpan silang dari sayap kanan. Brace Silva ini membuat Stadion Utama Gelora Bung Karno terdiam sejenak sebelum suporter Arema yang hadir bersorak gembira. Skor 2-0 bertahan hingga peluit panjang meski Persija sempat menggempur di injury time dengan beberapa tendangan sudut dan tembakan jarak jauh yang masih bisa ditepis kiper Arema.
Performa Pemain Kunci dan Statistik: Persija Gagal Dekati Puncak Usai Kalah dari Arema
Gabriel Silva menjadi bintang lapangan dengan brace yang sangat berharga. Ia juga aktif di pressing tinggi dan duel udara. Kiper Arema tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan krusial, sementara lini tengah dikomandoi dengan baik oleh gelandang bertahan yang berhasil memutus aliran bola Persija.
Statistik menunjukkan pertandingan cukup seimbang: penguasaan bola 53%-47% untuk Persija, tembakan 14-11 (on target 5-5), pelanggaran 13-11, dan kartu kuning 4-2. Arema lebih efektif di serangan balik dan memanfaatkan dua peluang emas, sementara Persija kesulitan menciptakan peluang berkualitas karena pressing tinggi tamu.
Reaksi Pelatih dan Dampak Klasemen
Pelatih Arema memuji mental juang anak asuhnya: “Kami bermain dengan disiplin dan memanfaatkan peluang yang ada. Brace Gabriel menjadi penentu kemenangan tandang yang sangat berarti.” Pelatih Persija kecewa: “Kami mendominasi penguasaan bola tapi tidak bisa menyelesaikan peluang. Ini pelajaran berharga di kandang sendiri.”
Kemenangan ini membuat Arema mengumpulkan 29 poin dari 21 laga dan naik ke peringkat 9 klasemen sementara, semakin menjauh dari zona degradasi. Persija tertahan di posisi 7 dengan 32 poin dan harus segera bangkit agar tidak semakin jauh dari zona playoff.
Kesimpulan
Arema FC berhasil mencuri tiga poin penting dengan mengalahkan Persija Jakarta 2-0 dalam laga sengit pada pekan ke-21 BRI Liga 1 2025/2026 di SUGBK, Sabtu 7 Februari 2026. Brace Gabriel Silva di babak kedua menjadi penentu kemenangan, ditopang pertahanan solid dan serangan balik cepat. Hasil ini memperkuat posisi Arema di papan tengah klasemen dan menambah keyakinan tim menjelang laga-laga krusial berikutnya. Bagi Persija, kekalahan ini menjadi pukulan berat karena gagal memanfaatkan laga kandang untuk mendekati puncak. Pertandingan ini menunjukkan bahwa Liga 1 musim ini masih sangat kompetitif, di mana tim mana pun bisa menang atau kalah di detik-detik akhir. Arema membuktikan bahwa di luar kandang, mereka punya karakter juara. Semoga kedua tim bisa terus memberikan penampilan terbaik di sisa musim reguler. Liga 1 semakin panas, dan kekalahan kandang seperti ini menjadi pengingat bagi Persija bahwa persaingan masih sangat terbuka hingga akhir musim.