Ruben Amorim Ungkap Rasa Kecewanya Untuk Bruno Fernandes

Ruben Amorim Ungkap Rasa Kecewanya Untuk Bruno Fernandes

Ruben Amorim Ungkap Rasa Kecewanya Untuk Bruno Fernandes. Manchester United kembali menjadi sorotan setelah hasil imbang 1-1 melawan Fulham pada 24 Agustus 2025 di Craven Cottage. Di tengah performa tim yang masih labil, pelatih Ruben Amorim secara terbuka menyatakan kekecewaannya terhadap kapten tim, Bruno Fernandes, yang gagal menunjukkan keterlibatan penuh dalam laga tersebut. Pernyataan ini menambah tekanan pada United, yang kini terpuruk di peringkat 16 Premier League tanpa kemenangan di dua laga awal musim. Apa alasan di balik kekecewaan Amorim, dan bagaimana respons Fernandes? Mari kita ulas lebih dalam. BERITA LAINNYA

Siapakah Ruben Amorim
Ruben Amorim adalah pelatih asal Portugal yang kini menukangi Manchester United, diangkat pada November 2024 untuk menggantikan Erik ten Hag. Lahir pada 27 Januari 1985, Amorim memiliki karier bermain yang solid sebagai gelandang, menghabiskan sebagian besar waktunya di Belenenses dan Benfica, di mana ia memenangkan tiga gelar Primeira Liga dan berbagai trofi domestik lainnya. Setelah pensiun pada 2017, ia memulai karier kepelatihan dengan cepat, meraih sukses besar di Sporting CP dengan memenangkan dua gelar liga Portugal, termasuk mengakhiri paceklik gelar selama 19 tahun pada 2020/21. Dikenal dengan pendekatan taktis 3-4-3 dan kemampuan membangun mentalitas pemenang, Amorim diharapkan membawa United kembali ke puncak. Namun, start buruknya di Premier League, dengan hanya empat poin dari enam laga terakhir musim lalu dan kekalahan di final Europa League melawan Tottenham, membuatnya berada di bawah tekanan besar.

Mengapa Ia Bisa Kecewa Dengan Bruno Fernandes
Kekecewaan Amorim terhadap Bruno Fernandes berpusat pada performa sang kapten dalam laga melawan Fulham. Fernandes, yang biasanya menjadi motor kreativitas United, gagal menjalankan perannya dengan maksimal setelah melewatkan penalti di babak pertama. Tendangan penalti yang melambung jauh di atas mistar membuat United kehilangan peluang memimpin, dan Amorim mencatat bahwa Fernandes tampak “tidak terlibat” dan “kurang bahagia” selama sisa pertandingan. Dalam formasi 3-4-3 yang diterapkan Amorim, Fernandes ditempatkan sebagai gelandang tengah bersama Manuel Ugarte, bukan di posisi nomor 10 favoritnya, yang tampaknya membatasi kreativitasnya. Statistik menunjukkan Fernandes hanya mencatatkan 78% akurasi passing dan satu peluang tercipta, jauh di bawah standarnya. Amorim menilai bahwa Fernandes, sebagai kapten, seharusnya mampu mengatasi tekanan psikologis dan memimpin tim, terutama setelah United kebobolan gol penyama kedudukan oleh Emile Smith Rowe. Kekecewaan ini diperparah oleh fakta bahwa United gagal mempertahankan keunggulan dari gol bunuh diri Rodrigo Muniz, menunjukkan kurangnya kontrol permainan yang seharusnya dipimpin oleh Fernandes.

Tanggapan Bruno Fernandes Atas Hal Tersebut
Bruno Fernandes tidak tinggal diam menghadapi kritik dari Amorim. Dalam wawancara pasca-pertandingan, ia mengakui kekecewaannya atas kegagalan penalti, tetapi juga menyinggung insiden dengan wasit Chris Kavanagh, yang tanpa sengaja menabraknya sebelum tendangan penalti, mengganggu konsentrasinya. “Saya kesal karena wasit tidak meminta maaf, tapi itu bukan alasan untuk gagal,” ujar Fernandes, menunjukkan sikap bertanggung jawab. Ia juga mengungkapkan rasa frustrasinya atas performa tim, menyatakan bahwa United harus “bermain lebih cerdas” setelah unggul. Fernandes menegaskan komitmennya untuk memperbaiki performa, terutama setelah menerima kritik bahwa ia kurang terlibat. Ia juga menyampaikan dukungan untuk visi Amorim, mengakui bahwa tim sedang dalam transisi dan membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan sistem baru. Meski begitu, Fernandes tidak menampik bahwa tekanan sebagai kapten membuatnya merasa terbebani, terutama dengan ekspektasi tinggi dari fans dan manajemen United.

Kesimpulan: Ruben Amorim Ungkap Rasa Kecewanya Untuk Bruno Fernandes
Pernyataan Ruben Amorim tentang kekecewaannya terhadap Bruno Fernandes mencerminkan tantangan besar yang dihadapi Manchester United dalam membangun kembali identitas mereka di bawah asuhan pelatih baru. Fernandes, sebagai kapten dan pemain kunci, berada di bawah sorotan karena diharapkan menjadi pemimpin di lapangan, terutama di saat-saat sulit seperti laga melawan Fulham. Respons Fernandes menunjukkan kematangan, tetapi juga menggarisbawahi tekanan besar yang ia hadapi. Dengan United masih mencari kemenangan pertama di musim baru, hubungan antara Amorim dan Fernandes akan menjadi kunci untuk mengubah nasib tim. Amorim perlu menemukan cara untuk memaksimalkan potensi Fernandes dalam sistem taktisnya, sementara Fernandes harus membuktikan bahwa ia bisa bangkit dari kekecewaan. Saga ini adalah pengingat bahwa di klub sebesar United, setiap momen bisa menentukan, dan hanya kerja keras serta kesatuan yang akan membawa mereka kembali ke puncak. Akankah Fernandes dan Amorim menemukan harmoni untuk membawa United bangkit? Waktu yang akan menjawab.

 

BACA SELENGKAPNYA DI…