Daftar Pemain Kunci AC Milan vs Lazio
Daftar Pemain Kunci AC Milan vs Lazio. Pertandingan AC Milan kontra Lazio di pekan ke-13 Serie A musim 2025/26 malam Minggu lalu jadi sorotan utama, dengan Rossoneri menang tipis 1-0 berkat gol Rafael Leao di babak kedua. Laga di San Siro itu tak hanya soal tiga poin yang angkat Milan ke puncak klasemen sementara dengan 28 poin, tapi juga duel antar pemain kunci yang bikin pertarungan sengit dari awal hingga akhir. Absennya beberapa bintang seperti Christian Pulisic dan Santiago Gimenez di kubu Milan, serta cedera di Lazio, memaksa kedua pelatih—Massimiliano Allegri dan Maurizio Sarri—andalkan rotasi pintar. Daftar pemain kunci ini tak hanya tentukan hasil, tapi juga tunjukkan kedalaman skuad masing-masing di tengah jadwal padat. Dari kiper heroik hingga winger eksplosif, berikut breakdown siapa saja yang bikin laga ini tak terlupakan. INFO SLOT
Pemain Kunci AC Milan: Leao dan Modric Jadi Ancaman Utama: Daftar Pemain Kunci AC Milan vs Lazio
Rafael Leao muncul sebagai bintang terbesar malam itu, cetak gol tunggal dari assist Fikayo Tomori di menit ke-51 yang langsung ubah arus permainan. Winger Portugal ini tak cuma tajam di depan gawang—ia ciptakan empat peluang dan menang 7 dari 9 dribel, bikin pertahanan Lazio kewalahan. Musim ini, Leao sudah sumbang 10 gol di Serie A, terlibat dalam tujuh aksi gol lawan Lazio sepanjang karirnya. Di sisi lain, Luka Modric, veteran Kroasia yang baru bergabung, jadi otak di lini tengah dengan tiga kunci passing akurat dan 92 persen akurasi umpan. Meski usianya 40 tahun, Modric atur tempo seperti dulu di Real Madrid, bantu Milan kuasai bola 58 persen. Mike Maignan juga krusial, gagalkan dua peluang emas Lazio dan raih clean sheet keduanya beruntun di kandang—total 46 saves musim ini, kedua terbaik di liga.
Duel Sengit di Lini Tengah: Rabiot vs Guendouzi: Daftar Pemain Kunci AC Milan vs Lazio
Adrien Rabiot dan Youssouf Fofana jadi pondasi Milan di tengah, dengan Rabiot menang 12 dari 14 duel dan Fofana potong 68 persen serangan balik lawan. Rabiot, yang kembali solid pasca-Piala Dunia, beri keseimbangan defensif yang bikin Lazio frustrasi. Sementara itu, di Lazio, Matteo Guendouzi tampil impresif dengan gol pembuka lawan Lecce pekan lalu dan assist krusial di laga sebelumnya. Gelandang Prancis ini terlibat dua gol dalam dua laga terakhir Lazio yang menang, ciptakan tiga peluang di San Siro meski timnya kalah. Duelnya lawan Rabiot—sesama Prancis—jadi sorotan, dengan Guendouzi menang 8 dribel tapi kalah duel udara 55 persen. Toma Basic, revelation Lazio musim ini, hampir derak Modric dengan tekel agresif, tapi akhirnya kalah 1-0 di possession.
Serangan Lazio yang Tumpul: Zaccagni dan Dia Gagal Maksimal
Mattia Zaccagni dan Boulaye Dia jadi harapan Lazio untuk bobol gawang Maignan, tapi peluang mereka terbuang. Zaccagni, top scorer Lazio dengan tiga gol musim ini, ciptakan dua big chance termasuk sundulan di menit ke-28 yang digagalkan kiper. Ia terlibat 40 persen aksi ofensif tim, tapi finishing kurang klinis—xG Lazio hanya 0.9. Dia, striker Senegal, hampir cetak gol solo di awal tapi melebar tipis, sumbang satu assist tapi kesulitan duel udara lawan Strahinja Pavlovic. Pavlovic sendiri raih 50 penampilan untuk Milan, menang 14 dari 16 duel udara dan jadi benteng belakang yang bikin Lazio cuma sentuh kotak penalti delapan kali. Gustav Isaksen di sayap juga berbahaya, tapi sundulannya di menit ke-70 melebar—Lazio ciptakan 12 pelanggaran tapi gagal konversi.
Pertahanan Solid dan Momen Chaos
Fikayo Tomori dan Matteo Gabbia duet apik di belakang Milan, dengan Tomori sumbang assist keduanya musim ini dan menang 10 tekel. Mereka batasi Lazio ke 41 shots on target musim ini, rekor terendah lawan top-10 tim. Di Lazio, Alessio Romagnoli—mantan Milan—pimpin pertahanan dengan 18 tekel sukses, tapi kesalahan di injury time soal penalti kontroversial yang dibatalkan VAR bikin chaos. Kartu merah untuk Allegri dan asisten Lazio tambah drama, tapi pertahanan Provedel—dengan 53 clean sheet karir—gagal selamatkan timnya.
Kesimpulan
Daftar pemain kunci di laga AC Milan vs Lazio tunjukkan betapa tipisnya garis antara kemenangan dan kekalahan di Serie A musim ini. Leao dan Modric bawa Milan ke puncak dengan efisiensi, sementara Guendouzi-Zaccagni bikin Lazio kompetitif meski absen Castellanos. Dengan clean sheet dan gol tunggal, Rossoneri perpanjang rekor tak terkalahkan jadi 13 laga—bukti kedalaman skuad Allegri. Bagi Lazio, kekalahan ini jadi pelajaran finishing, tapi posisi delapan masih aman. Duel ini ingatkan bahwa di sepak bola Italia, individu brilian seperti Leao atau Maignan sering jadi penentu, terutama di San Siro yang selalu penuh kejutan. Musim 2025/26 masih panjang, tapi Milan tampak siap pimpin perburuan gelar.