Havertz Jadi Pahlawan Arsenal Bungkam Chelsea 1-0
Havertz Jadi Pahlawan Arsenal Bungkam Chelsea 1-0. Kai Havertz menjadi pahlawan Arsenal setelah mencetak gol tunggal di menit ke-97 yang membawa The Gunners menang 1-0 atas Chelsea dalam leg kedua semifinal Carabao Cup di Emirates Stadium pada 3 Februari 2026. Kemenangan ini memastikan Arsenal lolos ke final dengan agregat 4-2 (setelah menang 3-2 di leg pertama). Gol dramatis Havertz di masa injury time mengakhiri perlawanan sengit Chelsea dan mengantarkan Arsenal kembali ke Wembley untuk pertama kalinya dalam delapan tahun. REVIEW FILM
Konteks dan Persiapan Pertandingan: Havertz Jadi Pahlawan Arsenal Bungkam Chelsea 1-0
Arsenal membawa keunggulan satu gol agregat setelah kemenangan 3-2 di Stamford Bridge. Mikel Arteta memilih formasi 4-3-3 dengan David Raya di bawah mistar, pertahanan Saliba-Gabriel, dan lini tengah Declan Rice, Martin Ødegaard, serta Leandro Trossard. Kai Havertz masuk starting eleven meski baru pulih dari cedera ringan. Viktor Gyokeres dan Bukayo Saka mengisi lini depan.
Chelsea di bawah Liam Rosenior harus menang minimal 1-0 untuk memaksakan perpanjangan waktu. Mereka menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan Robert Sanchez di gawang, Cole Palmer, Enzo Fernández, dan Nicolas Jackson di depan. Stadion Emirates dipenuhi sekitar 59.000 penonton yang menciptakan atmosfer panas sejak awal laga.
Jalannya Pertandingan: Havertz Jadi Pahlawan Arsenal Bungkam Chelsea 1-0
Babak pertama berlangsung ketat dan minim peluang. Arsenal lebih banyak menguasai bola namun kesulitan menembus pertahanan Chelsea yang disiplin. Chelsea juga tidak banyak menciptakan ancaman nyata, dengan Palmer dan Jackson beberapa kali dihentikan Saliba dan Gabriel. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Chelsea meningkatkan intensitas dan menguasai penguasaan bola. Beberapa peluang dari Fernández dan Palmer berhasil dimentahkan Raya. Arteta memasukkan Trossard dan Thomas Partey untuk menambah kestabilan. Chelsea terus menekan di 20 menit terakhir, namun Arsenal bertahan rapat. Pada menit ke-97, Arsenal melancarkan serangan balik cepat. Trossard merebut bola di tengah lapangan, mengoper ke Rice yang langsung memberikan umpan tarik mendatar ke Havertz. Striker Jerman itu dengan tenang mengontrol bola dan menyarangkannya ke gawang kosong. Gol tersebut langsung memastikan kemenangan dan kelolosan Arsenal.
Performa Havertz dan Analisis
Havertz tampil luar biasa sebagai pahlawan malam itu. Golnya di injury time menunjukkan ketenangan dan insting tajam di kotak penalti, terutama karena ia melawan mantan klubnya sendiri. Declan Rice menjadi motor serangan balik dengan energi dan distribusi akuratnya. Pertahanan Arsenal sangat solid, Saliba memenangi hampir semua duel udara sementara Gabriel membatasi ruang Jackson.
Bagi Chelsea, Palmer dan Fernández paling aktif mencoba membongkar pertahanan tuan rumah, namun kurangnya ketajaman di depan menjadi masalah utama. Arsenal unggul dalam efektivitas serangan balik meski kalah penguasaan bola. Kemenangan ini menegaskan kedewasaan skuad Arteta dalam menangani laga krusial di kandang sendiri.
Kesimpulan
Gol dramatis Kai Havertz di menit ke-97 membawa Arsenal menang 1-0 atas Chelsea dan lolos ke final Carabao Cup dengan agregat 4-2. Penampilan Havertz sebagai pahlawan sekaligus membungkam mantan klubnya menjadi momen emosional yang memperkuat ikatan antara pemain dan suporter Arsenal. Kemenangan ini mengakhiri penantian panjang Arsenal untuk kembali ke final kompetisi utama dan memberikan momentum besar menjelang final melawan Manchester City di Wembley pada 22 Maret. Arteta kini semakin dekat dengan trofi pertama yang dinanti-nantikan suporter The Gunners.