Nico Paz Menjadi Hal Mengerikan Untuk Lazio
Nico Paz Menjadi Hal Mengerikan Untuk Lazio. Pertandingan antara Lazio dan Como di pekan ke-21 Serie A berakhir dengan kekalahan telak bagi tuan rumah. Como, yang dipimpin Cesc Fabregas, tampil dominan sejak menit awal dan mencetak tiga gol tanpa balas. Nico Paz menjadi pusat perhatian dengan brace-nya, gol kedua dan ketiga tim tamu. Ia mencetak gol pertama di menit 24 setelah memanfaatkan rimpall di kotak penalti, lalu menyelesaikan serangan cantik di babak kedua dengan tembakan melengkung presisi. Lazio, yang sudah kesulitan belakangan ini, tampak pasif dan kehilangan identitas permainan. Kekalahan ini menambah catatan buruk Lazio, hanya satu kemenangan dalam enam laga terakhir, dan membuat mereka terpeleset ke posisi sembilan klasemen. Paz, yang juga mencetak gol saat pertemuan pertama musim ini, kini benar-benar jadi hal mengerikan bagi Lazio. MAKNA LAGU
Performa Gemilang Nico Paz di Laga Ini: Nico Paz Menjadi Hal Mengerikan Untuk Lazio
Nico Paz tampil luar biasa sepanjang 90 menit. Gol pertamanya datang setelah umpan silang Baturina yang berujung rimpall, lalu ia melepaskan tembakan kaki kiri akurat ke tiang jauh. Meski gagal mengeksekusi penalti di menit 34—ditolak Ivan Provedel—Paz tidak kehilangan fokus. Gol keduanya di menit 49 jadi puncak penampilannya: setelah assist backheel brilian dari Baturina, ia melepaskan tembakan melengkung indah dari luar kotak yang tak bisa dijangkau kiper. Total, Paz terlibat langsung dalam dua gol dari tiga yang tercipta, dengan pergerakan cerdas, visi bagus, dan eksekusi tajam. Ia menguasai lini tengah, sering memenangkan duel, dan menciptakan ancaman konstan. Performa ini menambah delapan gol dan enam assist musim ini untuk Paz di Serie A, menjadikannya salah satu pemain paling menonjol di Como yang sedang naik daun.
Dampak terhadap Lazio dan Situasi Tim: Nico Paz Menjadi Hal Mengerikan Untuk Lazio
Kekalahan 3-0 ini menjadi salah satu malam terburuk Lazio musim ini. Mereka terlihat kebingungan menghadapi pressing tinggi Como dan gagal mengontrol tempo permainan. Lini belakang sering memberikan ruang lebar, sementara lini tengah kalah duel dan kurang kreatif. Suporter di Stadio Olimpico sempat mendesak dan akhirnya kecewa berat. Pelatih Maurizio Sarri mencoba mengubah dengan triple substitution di babak kedua, tapi sudah terlambat. Lazio kini berada di posisi sembilan dengan 29 poin, jauh dari target Eropa. Paz jadi simbol kegagalan mereka: ia mencetak gol di dua pertemuan musim ini melawan Lazio, termasuk di laga pembuka Serie A. Ini menunjukkan betapa sulitnya Lazio menghentikan talenta muda seperti Paz, yang punya kombinasi teknik, kecepatan, dan insting gol tinggi.
Prospek Nico Paz dan Como ke Depan
Performa Paz melawan Lazio memperkuat statusnya sebagai pemain kunci Como. Tim yang baru promosi ini kini berada di posisi enam, hanya dua poin dari Juventus di zona Liga Champions. Kemenangan ini jadi yang ketiga berturut-turut dengan skor 3-0 di kandang lawan, menandakan momentum positif. Paz, yang dipinjam dari klub sebelumnya dan kini memakai nomor 10, terus menunjukkan kelasnya sebagai gelandang serang komplet. Ia sering disebut sebagai rising star, dengan potensi besar untuk timnas Argentina menuju Piala Dunia 2026. Bagi Lazio, kekalahan ini jadi peringatan keras untuk segera memperbaiki organisasi tim. Paz telah membuktikan dirinya sebagai nightmare bagi mereka, dan jika tren ini berlanjut, Como bisa jadi kejutan besar di sisa musim.
Kesimpulan
Nico Paz benar-benar menjadi hal mengerikan bagi Lazio dalam kekalahan telak 3-0 mereka. Dengan brace dan pengaruh besar di lapangan, ia memimpin Como meraih kemenangan meyakinkan di Stadio Olimpico. Performa ini menegaskan kualitasnya sebagai salah satu talenta terbaik Serie A musim ini. Bagi Lazio, ini jadi pukulan telak yang menambah masalah mereka di klasemen. Paz kini jadi ancaman yang ditakuti, dan pertemuan mendatang dengan tim serupa bisa semakin menyulitkan. Como terus menanjak, sementara Lazio perlu introspeksi cepat agar tidak semakin tertinggal.