Prediksi Pertandingan Monaco vs PSG 29 Nov
Prediksi Pertandingan Monaco vs PSG 29 Nov. Sabtu, 29 November 2025, Stade Louis II di Monaco bakal jadi arena panas untuk pekan ke-14 Ligue 1. AS Monaco, yang lagi terpuruk di peringkat kedelapan klasemen, jamu Paris Saint-Germain yang memimpin dengan unggul dua poin dari Marseille dan Lens. PSG datang dengan momentum kuat: tiga kemenangan beruntun di liga dan pesta gol 5-3 lawan Tottenham di Liga Champions Rabu malam, di mana Vitinha cetak hat-trick brilian. Sementara itu, Monaco kesulitan besar—tiga kekalahan beruntun di domestik, termasuk 4-1 dari Rennes, dan imbang 2-2 frustrasi lawan Pafos di Eropa meski unggul dua kali. Ini duel klasik: tuan rumah haus poin untuk naik peringkat, tamu ingin perkuat tahta. Prediksi? PSG favorit menang, tapi Monaco bisa bikin sulit dengan serangan rumah tangga mereka. INFO SLOT
Formasi dan Kondisi Tim PSG: Mesin Gol yang Tak Terbendung: Prediksi Pertandingan Monaco vs PSG 29 Nov
Luis Enrique tak main-main soal skuad PSG musim ini. Mereka menang sembilan dari 13 laga liga, cuma kalah sekali, dengan rata-rata 2,1 gol per pertandingan. Formasi 4-3-3 andalan: Donnarumma di gawang, lini belakang Zaire-Emery, Pacho, Zabarnyi yang solid, ditopang Neves, Vitinha, dan Ruiz di tengah untuk kendali bola. Di depan, trio Dembele—pemenang Ballon d’Or yang sudah pulih cedera—Mayulu, dan Kvaratskhelia beri ancaman mematikan, seperti terlihat di hat-trick Vitinha lawan Spurs. Empat laga terakhir PSG selalu over 2,5 gol, dan Joao Neves sudah cetak empat gol tandang terakhir. Absen minim: cuma satu pemain minor, bikin Enrique fleksibel rotasi. Kelemahan? Pertahanan kadang longgar—kebobolan di empat dari enam laga terakhir—tapi serangan mereka cukup untuk tutup itu semua.
Kondisi Monaco: Krisis Domestik di Tengah Potensi Eropa: Prediksi Pertandingan Monaco vs PSG 29 Nov
Monaco lagi dalam badai: tiga kekalahan liga beruntun, kebobolan sembilan gol, dan posisi delapan klasemen terasa ironis mengingat start musim solid. Pelatih Adi Hutter pilih 3-5-2 defensif: Nubel di gawang, bek Zappa-Luperto-Obert, wing-back Palestra-Felici untuk serangan balik. Tengah diisi Deiola-Prati-Folorunsho-Adopo, dengan duet Borrelli-Esposito di depan yang cetak brace gabungan lawan Genoa meski imbang. Rata-rata individu Monaco 1,9 gol per laga, tapi pertahanan bocor: lima dari enam laga terakhir kebobolan minimal dua. Lamine Camara jadi kunci midfield, tapi ia sering jadi target pelanggaran—over 1,5 foul padanya diprediksi tinggi. Di Eropa, imbang lawan Pafos tunjukkan ketangguhan, tapi domestik jadi PR: tak menang sejak akhir September. Tanpa cedera mayor, Hutter harap home advantage di Stade Louis II—dengan 18.523 kursi—bisa picu kejutan.
Sejarah Duel dan Faktor Taktis: Dominasi PSG yang Sulit Diredam
Riwayat bicara tegas: PSG tak kalah dari Monaco sejak Februari 2023, menang empat dari lima laga terakhir, termasuk tiga beruntun. Dari 14 pertemuan sejak 2020, PSG raih tujuh kemenangan, Monaco empat. Di kandang Monaco, tamu unggul 51,59% peluang menang, dengan odds 1,66—sementara Monaco 13,88% dan imbang 34,53%. Faktor kunci? Serangan PSG: over 2,5 gol di empat laga terakhir, dan BTTS di lima dari tujuh duel sebelumnya lawan Monaco. Monaco unggul corner—4,5 per laga—tapi PSG kuasai 6,5, bikin transisi mereka berbahaya. Wasit Clément Turpin, dengan rata-rata 3,22 kartu kuning per laga, bisa panaskan duel fisik. Cuaca Monaco akhir November sejuk, beri keuntungan PSG yang adaptif. Prediksi taktis: PSG kuasai bola 60%, Monaco counter lewat sayap, tapi longgarnya pertahanan tuan rumah jadi celah fatal.
Kesimpulan
Prediksi Monaco vs PSG condong ke kemenangan tamu 2-1 atau 3-1—dengan BTTS ya (54% peluang) dan over 2,5 gol (86%), mengingat kekuatan serang kedua tim dan sejarah high-scoring. PSG terlalu tajam untuk gagal, terutama dengan Dembele dan Vitinha on fire, sementara Monaco butuh mukjizat home untuk hentikan tren buruk. Ini bukan cuma soal poin, tapi ujian ambisi: PSG perkuat gelar kelima beruntun, Monaco selamatkan musim. Duel ini janji drama—siap-siap untuk gol-gol indah dan momen tegang di Stade Louis II. Ligue 1 tak pernah kecewa di laga seperti ini.