xabi-alonso-ketemu-pemain-madrid-ini-untuk-selesaikan-konflik

Xabi Alonso Ketemu Pemain Madrid Ini Untuk Selesaikan Konflik

Xabi Alonso Ketemu Pemain Madrid Ini Untuk Selesaikan Konflik. Real Madrid akhirnya angkat bicara soal gejolak internal yang sempat jadi rahasia umum. Setelah tiga laga tanpa kemenangan—termasuk seri frustrasi lawan Elche dan kekalahan dari Liverpool—pelatih Xabi Alonso ambil langkah tegas. Ia gelar pertemuan pribadi dengan beberapa pemain kunci, termasuk Federico Valverde dan Vinicius Junior, untuk selesaikan ketegangan yang mulai retakkan ruang ganti. Kabar ini meledak usai kemenangan dramatis 4-3 atas Olympiakos di Liga Champions Rabu malam, di mana Mbappé cetak empat gol. Alonso, yang gantikan Carlo Ancelotti musim panas lalu, akui manajemen ego bintang sama pentingnya dengan taktik. Pertemuan ini jadi titik balik, tapi apakah cukup selamatkan musim Madrid yang mulus di awal? INFO SLOT

Gejolak Internal yang Mulai Tercium: Xabi Alonso Ketemu Pemain Madrid Ini Untuk Selesaikan Konflik

Ketegangan mulai tercium sejak Oktober, pasca-El Clasico menang tipis lawan Barcelona. Laporan media Spanyol gambarkan Alonso sebagai sosok “jauh dan tak mudah didekati”, beda jauh dari Ancelotti yang populer di ruang ganti. Beberapa bintang senior, termasuk Vinicius Junior dan Federico Valverde, dikabarkan kesal dengan aturan ketat baru: jadwal gym wajib, sesi video analisis individu, dan kontrol ketepatan waktu yang lebih ketat. Vinicius, yang sempat direncanakan dicadangkan di semifinal Club World Cup lawan PSG Juni lalu, rasakan ketidaknyamanan pertama. Valverde, gelandang Uruguay yang jadi tulang punggung, juga disebut kurang puas dengan rotasi minim di laga besar. Ini ciptakan suasana tegang, terutama saat Madrid tertinggal 12 poin dari pemuncak La Liga awal musim. Alonso, mantan gelandang Madrid yang paham tekanan Bernabeu, tak biarkan ini membusuk.

Pertemuan Pribadi dengan Valverde dan Vinicius: Xabi Alonso Ketemu Pemain Madrid Ini Untuk Selesaikan Konflik

Minggu lalu, Alonso inisiatif gelar sesi tatap muka individu dengan pemain inti. Fokus utama: Federico Valverde, yang disebut jadi “korban” aturan disiplin baru. Alonso minta maaf atas beban ekstra yang Valverde rasakan, terutama setelah ia main 90% menit di tiga laga terakhir meski capek pasca-internasional. “Ini soal dapatkan yang terbaik dari mereka,” kata Alonso di konferensi pers pasca-Olympiakos. Valverde, yang cetak gol krusial di laga itu, beri respons positif—ia bilang hubungan mereka “sudah lebih baik”. Vinicius Junior juga dapat perhatian khusus: Alonso diskusikan rencana taktikal yang lebih inklusif, termasuk peran lebih bebas di sayap kanan. Ini setelah Vinicius sempat kesal soal benching potensial. Hasilnya: suasana ruang ganti membaik, seperti yang dikonfirmasi jurnalis Edu Aguirre di El Chiringuito. Pertemuan ini tak cuma obrolan biasa—ia libatkan kapten dan senior lain untuk bangun aturan bersama, tekankan disiplin tanpa hilangkan kebebasan kreatif.

Dampak ke Performa Tim dan Dukungan Hierarki

Pertemuan ini beri efek langsung. Kemenangan atas Olympiakos, di mana Madrid balik dari ketinggalan 0-2, tunjukkan semangat baru: pressing kolektif naik 20%, dan assist dari Valverde ke MbappĂ© jadi simbol rekonsiliasi. Alonso bilang, “Mereka punya reaksi yang bikin mereka sehebat itu—itu keberuntungan Madrid.” Hierarki klub, termasuk presiden Florentino Perez, beri dukungan penuh: “Alonso bosnya,” tegas mereka secara internal. Ini kontras dengan spekulasi pemecatan yang sempat beredar. Namun, tantangan masih ada: rotasi skuad tetap minim karena cedera, dan jadwal Desember padat lawan Bayern di UCL. Jika konflik ini tak terselesaikan total, tekanan bisa balik lagi—terutama dengan ego besar seperti MbappĂ© yang baru gabung.

Kesimpulan

Pertemuan Alonso dengan Valverde dan Vinicius jadi langkah bijak untuk redam api konflik di ruang ganti Madrid. Ini bukti pelatih muda ini paham: di Bernabeu, taktik bagus tanpa harmoni tim cuma resep kegagalan. Dengan kemenangan Olympiakos sebagai momentum, Madrid punya kesempatan pulihkan dominasi awal musim. Alonso, yang pernah angkat trofi UCL sebagai pemain, kini uji diri sebagai manajer—manajemen bintang sama krusialnya dengan formasi. Fans Los Blancos harap ini awal era baru: bukan revolusi ala Pep Guardiola, tapi Xabi yang asli—cerdas, tenang, dan tak kenal menyerah. Kalau sukses, gelar La Liga dan UCL masih dalam genggaman; kalau gagal, musim ini bisa jadi pelajaran mahal.

BACA SELENGKAPNYA DI…